Press "Enter" to skip to content

Alternatif Untuk Melakukan Diet Plastik

Masyarakat di Indonesia pada umumnya tahu bahwa penggunaan produk dari plastik tidak baik untuk lingkungan dan kesehatan pribadi. Permasalahannya pengetahuan saja tidak cukup untuk membuat kita merubah kebiasaan sehari-hari seperti belanja dengan kantong plastik atau meminum minuman cepat saji yang berbahan plastik.

Sekilas mata manfaat dari produk-produk plastik memang sangat praktis, memberikan kenyamanan saat berbelanja dan menghemat waktu dan energi di saat jam kantor. Meskipun demikian manfaat yang kita peroleh dari plastik tidak sepadan dengan bahaya yang ditimbulkan oleh plastik itu sendiri.

Untuk saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan tentunya untuk salah satu negara maritim yang terbesar di dunia yang memiliki visi untuk menjadi pemimpin kawasan di Asia-Tenggara.

Tidak hanya saja sebagai warga negara yang baik, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk menjaga lingkungan bagi generasi berikutnya maka kita wajib merubah kebiasaan konsumtif pengunaan plastik dengan melakukan diet plastik atau pengurangan jumlah penggunaan plastik.

Berikut ada empat cara yang dapat kita lakukan sebagai individu untuk melakukan diet plastik.

1.Furoshiki

furoshiki. foto : coolhunting.com
furoshiki. foto : coolhunting.com

Furoshiki adalah kain pembungkus yang eco-friendly yang berasal dari negeri Sakura. Furoshiki menggunakan kain berbentuk segi empat dengan beragam warna dan corak. Kain ini  dapat diggunakan berulang kali dan dapat disesuaikan dengan mode yang kekinian. Dengan motif kain yang berbeda dan jenis lipatan yang unik akan memberikan nuansa yang trendi di ruang publik.

2. Botol Minum Free BPA

BPA atau dikenal dengan Bisphenol- A merupakan zat kimia yang berbahaya yang terkandung pada botol plastik. Zat BPA menyebabkan gangguan horman dan meningkatkan risiko kanker payudara untuk wanita. BPA juga sering ditemukan pada botol susu bayi yang berpotensi besar menganggu keseimbangan hormon pada periode emas pertumbuhan anak. Untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut dan mengurangi konsumsi botol-botol plastik sebaiknya kita mulai gunakan kemasan makanan dan air minum yang bebas BPA dan dilabeli dengan tanda Free-BPA.

3. Tas Go-Green

Tas Go Green lagi marak diperjualbelikan di toko-toko online. Dukungan terhadap tas go green tidak hanya mengurangi pemakaian kantong plastik, tetapi juga membantu industri-industri kreatif di Indonesia.

4. Plastik Kulit Udang

Perlu kita ketahui bahwa semua jenis plastik sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme . Kantong plastik akan terurai tetapi akan memakan waktu dari seratus hingga ribuan tahun lamanya. Pembuatan plastik dari kulit udang berpotensi menjadi subsitusi plastik berbahan bahaya di masa depan karena memiliki polimer alami yang mudah terurai.

Demikian adalah empat alternatif pilihan pembungkus barang yang dapat dipilih untuk melakukan diet plastik. Diet plastik ini memang perlu dilakukan, walaupun hal ini berpotensi menurunkan peringkat Indonesia di dunia dalam hal penyjmbang sampah plastik terbanyak di dunia.

 


Oleh : Ingo Batavia Hauter


 

 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.