Press "Enter" to skip to content

Review, Batman v Superman : Dawn of Justice (2016)

Batman kembali dihadirkan ke layar lebar dengan cerita yang lebih kompleks dan lebih luas karena akan bersambung dengan dunia DC Universe tentunya. Segala hal yang membentuk Batman kini berbeda dibanding berbagai Batman sebelumnya, seperti image, sifat, umur, dll.

Batman yang diperankan Ben Affleck kali ini tampil dengan sifat dan setting waktu yang berbeda dibanding tokoh Batman garapan Christopher Nolan yang diperankan oleh Christian Bale. Batman kali ini terlihat lebih pendiam, lebih berumur, dan tidak terlalu angkuh.

Sosok superhero yang berasal dari kota Gotham tersebut kini dimunculkan kembali melaui film Batman v Superman : Dawn of Justice. Diperankan oleh Ben Affleck sebagai Bruce Wayne atau Batman, film ini sudah tidak menceritakan lagi tentang asal muasal atau masa awal kemunculan Batman. Melainkan cerita Batman dikala sudah paruh baya. Kehidupannya saat setelah lama menjadi Batman dan kemudian bertemu Superman.

Batman v Superman ini adalah kali pertama dua superhero tersebut bertemu dalam sebuah film. Mereka bertemu pertama kali dalam wujud manusia didalam sebuah pesta yang digelar oleh miliuner filantropis bernama Lex Luthor (Jesse Eisenberg). Disana juga kemudian Bruce Wayne bertemu dengan Diana Prince (Gal Gadot) atau Wonder Woman.

Film Batman v Superman diawali oleh berbagai klip cepat tentang masa kecil Bruce Wayne saat orang tuanya ditembak. Namun sayang, butiran klip ini kesannya nanggung, karena banyak adegan penting atau menegangkan yang bisa dibangun seperti saat ibunya tertembak, terjatuh, atau adegan dramatis untuk menyuruh Bruce Wayne kecil untuk kabur, malah tidak ditayangkan.

Kemudian adegan masuk ke saat Superman bertempur melawan Jendral Zod yang menghancurkan banyak bagian kota Gotham, termasuk salah satu gedung pencakar langit milik Wayne Enterprise dimana banyak pegawai dari perusahaan milik Bruce Wayne meninggal.

Setelah itu, pendapat terhadap Superman di mata sebagian masyarakat mengalami pergeseran. Superman yang merupakan sosok layaknya juru selamat, sebagian orang kemudian menganggap ia sebagai ancaman terhadap umat manusia. Hal ini bisa dilihat dari pengambilan gambar terhadap Superman saat ia menyelamatkan orang dan kemudian dikelilingi oleh banyak pengagumnya, dan satu lagi adegan saat ia datang ke sidang yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat dimana banyak demonstan hadir. Dua adegan ini seolah menggambarkan pola pikir manusia terhadap sosok sang penyelamat, ia kontroverisal, dipuja, dipercaya, serta dihujat dan tidak dipercaya disaat bersamaan.

superman. foto : youtube
superman. foto : youtube

Bruce Wayne pun ikut membenci Superman, menganggap kekuatannya sebagai ancaman terhadap keberadaan umat manusia. Lex Luthor yang merupakan musuh dari Superman kemudian memaksanya untuk bertarung melawan Batman. Sebuah pertarungan yang pastinya menguntungkan Lex Luthor.

God versus Man, Day versus Night, Son of Krypton versus the Bat of Gotham. Metafor yang digunakan oleh Lex untuk menggambarkan pertarungan ini.

Dalam pertarungan ini, Batman sebagai seorang manusia mampu memperlihatkan kejeniusan dalam mengatur strategi bertarung bahkan saat satu lawan satu melawan Superman. Pertarungan mereka berdua cukup seru sayangnya pertarungan ini terlihat seolah karena kesalahpahaman yang tidak perlu antara mereka berdua.

Lex Luthor menggunakan berbagai cara untuk mengalahkan Superman. Selain dengan menyuruhnya bertarung dengan Batman, ia juga kemudian membangkitkan sosok monster kuno yakni Doomsday untuk menghancurkan Superman. Pertarungan Doomsday dengan tiga superhero ini yakni Batman, Superman, dan Wonder Woman seru dan menegangkan, porsi waktu pertarungannya pun cukup sehingga mampu memberikan epic level yang tinggi, sayangnya sosok Lois Lane cukup menganggu dalam perang ini dengan melakukan beberapa hal bodoh.

Film Batman v Superman ini diawali dengan cerita yang cukup membosankan, kurang lebih sekitar setengah jam pertama jalannya cerita terasa lambat, dan beberapa adegan yang seru ternyata hanyalah mimpi yang kemudian memberikan kesan anti-klimaks.

Namun film ini juga memberikan pertarungan yang dahsyat antar superhero tangguh juga saat mereka bertarung melawan Doomsday. Pendalaman karakter dalam film ini juga tidak bercerita banyak, namun tak masalah karena memang tak perlu. Superman sudah punya film sendiri, Wonder Woman juga akan punya film sendiri, Batman? Seperti yang disebutkan diatas cerita Batman disini bukanlah masa awal Batman melainkan saat ia sudah cukup usia menjadi orang paruh baya, jadi tokoh Batman memang tidak dieksplor terlalu banyak. Karena universe-nya berbeda dengan film Batman sebelumnya.

Meskipun eksplorasi ceritanya kurang begitu dalam untuk memperlihatkan akar permasalahan, namun film Batman v Superman seolah menjadi setting untuk cerita dan dunia yang lebih epic, lebih besar, dan lebih dalam di film DC Universe berikutnya. Melihat film ini, Justice League terasa menjanjikan.

Our  Score (7/10)

 

Judul                     : Batman v Superman : Dawn of Justice
Produksi              : Warner Bros
Produser              : Charles Roven, dan Deborah Snyder
Sutradara            : Zack Snyder
Pemain                 : Ben Affleck, Henry Cavill, Gal Gadot, Jesse Eisenberg, Amy Adams, dan Holly Hunter

 

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.