Press "Enter" to skip to content

Black Panther (2018)

Marvel Cinematic Universe membuka 2018 dengan memperkenalkan lebih dalam sosok superhero Black Panther melalui film yang juga berjudul Black Panther. Sosok superhero ini sebelumnya sudah sempat ditampilkan dalam film Captain America : Civil War (2016).

Sosok Black Panther pada diri T’Challa (Chadwick Boseman) berhasil menarik perhatian banyak penonton film Marvel melalui penampilannya dan perannya yang cukup vital dalam Captain America : Civil War. Tak hanya itu, ia juga berhasil memperlihatkan karakteristik kuat saat tampil dalam Civil War sebagai seorang pangeran yang gagah, cepat, kuat, dan maskulin dengan suara yang sedikit serak.

Sosok T’Challa kini ditampilkan dalam filmnya sendiri yang secara penuh akan memperkenalkan sosok Black Panther dengan memperlihatkan latar belakangnya dan berbagai isu disekitarnya. Melihat penampilan Black Panther pada Captain America : Civil War, tentu film ini diharapkan akan menjadi sebuah film superhero yang dinamis, berkarakter, dan juga tentunya seru. Namun film ini justru terasa lambat dan tidak memiliki terlalu banyak kejutan didalamnya.

Film ini memiliki plot yang sederhana. Setelah Civil War, T’Challa kemudian dipersiapkan untuk menjadi raja baru dari negeri Wakanda. Setelahnya, ia berusaha menyelesaikan kasus pencurian Vibranium yang merupakan harta berharga milik Wakanda. T’Challa juga berhadapan dengan Killmonger (Michael B. Jordan) yang memiliki ambisi untuk menjadi raja Wakanda.

Black Panther
Black Panther. pic : thrillmag

Killmonger yang bersikap layaknya aktivis radikal berkeinginan untuk menguasai Wakanda dan membuka negeri Wakanda untuk menolong orang-orang yang menjadi korban dari ketidakadilan didunia ini dengan mengirimkan bantuan senjata dan teknologi vibranium. Bagi Killmonger yang lahir dan besar di Amerika, Wakanda adalah negeri yang tidak bermoral karena menutup diri kepada keadaan dunia terutama terhadap aksi opresif dan isu rasisme.

Film Black Panther terasa tidak terlalu seru. Tidak banyak elemen kejutan yang dihadirkan didalamnya, dan juga adegan aksi pertempurannya yang biasa saja, terasa cepat berlalu, dan kurang membekas dalam ingatan.

Rasa ‘superhero’ dalam diri Black Panther juga kurang diperlihatkan. T’Challa lebih terasa seperti setengah agen dan setengah street fighter ketimbang sebagai superhero yang melakukan aksi-aksi heroik besar.

Black Panther juga disuntikan oleh beberapa unsur dan isu politis didalamnya. Mungkin inilah yang membuat film ini memiliki fokus lebih kedalam urusan konteks. Dialog nya juga jadi terasa cukup penuh dan terasa mengimbangi adegan-adegan aksi yang dimunculkan.

Black Panther
Black Panther. pic : Marvel

Namun biar bagaimanapun ini film action superhero, bukan political thriller. Sehingga unsur politis yang dimunculkan juga tidak terlalu terasa politis-politis amat. Unsur politis yang ada hanyalah bagaimana Wakanda sebagai sebuah negara maju di Afrika mampu membantu berbagai permasalahan yang ada di dunia terutama dalam isu ekonomi dan rasisme melalui berbagai aksi yang mengatasnamakan kemanusiaan.

Tapi sebenarnya isu politis yang paling tampak justru T’Challa yang nepotisme sebagai seorang raja. Adiknya jadi Koordinator bidang Riset dan Teknologi, terus pacarnya jadi Koordinator bidang Bantuan Sosial dan Misi Rahasia, dan juga pemimpin militer dan pemimpin perbatasan yang masih berhubungan dekat.

T’Challa juga mampu memimpin Wakanda dengan bijak meskipun dihimpit oleh pemikiran radikal Killmonger yang ngomongin ketidakadilan tapi ngerampok museum, dan juga pemikiran Nakia (Lupita Nyong’o) yang terus-terusan ngomongin bantuan ala-ala aksi kemanusiaan semu. Mereka berdua ini terasa SJW (Social Justice Warrior) abis.

Untungnya T’Challa digambarkan sebagai sosok raja yang bijaksana, berpikir jernih, objektif, memiliki prioritas, dan juga rajin beribadah kepada leluhur. Jadi rezim Wakanda ini ga keliatan korup-korup amat dan Black Panther juga tetap terlihat objektif dan kharismatik ditengah 2 SJW yang ada.

Meskipun berjalan lambat, Black Panther memiliki cerita yang kuat sebagai sebuah film yang menceritakan satu sosok superhero. Film ini mampu memperkenalkan sosok T’Challa dan Black Panther dengan baik.

 

Our Score (6,5/10)

 

 

 

Judul                     : Black Panther
Produksi              : Marvel Studio
Sutradara            : Ryan Coogler
Penulis Cerita    : Ryan Coogler, Joe Robert Cole
Pemeran              : Chadwick Boseman, Michael B. Jordan, Lupita Nyong’o, Danai Gurira, Martin Freeman

 

 

 

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.