Press "Enter" to skip to content

Review, Spotlight (2016)

Pada tahun 2001, sebuah surat kabar lokal di Boston bernama The Boston Globe berusaha untuk melakukan penyelidikan investigasi terkait kasus pelecehan seksual yang terjadi di Gereja Katolik oleh para Pastor terhadap anak dibawah umur.

Isu ini merupakan sebuah isu yang sulit untuk ditangani. Mengingat Gereja adalah sebuah institusi yang dipercaya masyarakat serta kejadiannya yang terjadi berulang-ulang namun ditutupi oleh beberapa pihak.

Dalam hal ini tentunya peran pers sebagai lembaga yang berusaha mengungkap fakta sangat memiliki andil dan juga ditantang kemampuannya. Tim Spotlight adalah sebuah tim yang menangani berita investigasi dari The Boston Globe, merekalah yang mendapat kepercayaan untuk menemban tugas ini.

Spotlight adalah sebuah film drama misteri yang menceritakan tentang usaha sekelompok tim wartawan dalam mengungkap kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur oleh para Pastor Gereja Katolik yang terjadi di Boston.

Film ini dimuai dengan berkumpulnya tim The Boston Globe karena ada seorang editor yang mundur. Kemudian munculah seorang editor baru bernama Marty Baron (Liev Schriber). Marty Baron sempat membaca sebuah kolom dalam surat kabar mengenai pelecehan seksual oleh seorang Pastor di Gereja Katolik di Boston, namun didiamkan oleh para Kardinal yang mengetahui hal tersebut.

Kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur ini sudah berlangsung sangat lama bahkan hingga beberapa dekade. Yang menjadi masalah adalah tindakan pelecehan seksual ini dilakukan oleh institusi yang sangat dipercaya oleh masyarakat yakni Gereja Katolik.

Sebuah tim khusus penulis berita investigasi di The Boston Globe yang memiliki nama tim Spotlight bertugas untuk mengangkat dan mengerjakan isu ini.

Spotlight merupakan film yang sangat menarik. Ceritanya dalam, alurnya jelas, sehingga tidak sulit untuk mengikuti jalan ceritanya. Tak hanya itu, film ini juga penuh nilai dan makna mengenai kehidupan jurnalistik.

Cerita dalam film ini memberikan nilai dan makna yang relevant hingga saat ini mengenai peran dari pers. Dan hal tersebut disampaikan tanpa kesan seperti sedang didikte ataupun digurui.

Para pemerannyapun memainkan perannya dengan sangat baik, sehingga tidak ada tokoh yang sia-sia dalam film ini. Tidak hanya tak sia-sia, peran dan hubungan antar tokoh memperlihatkan seolah tim Spotlight adalah tim yang tanpa kelemahan.

Drama dalam film ini tidak dikemas berlebihan, kemudian misteri dalam film ini juga tidak dperlihatkan terlalu rumit dengan berbagai tipu daya. Sehingga tidak terlalu sulit mencerna film ini. Meskipun ceritanya cukup sedikit panjang dan sangat memungkinkan akan memberikan rasa bosan dalam beberapa adegan, namun bagusnya adalah tetao ada beberapa adegan yang juga mampu menyingkirkan rasa bosan dan membuat konsentrasi.

Film ini seperti memperlihatkan sebuah cerita investigasi terhdap isu yang sensitif namun dikemas dengan cara yang populer. Spotlight memperlihatkan bahwa untuk membuat film yang menegangkan tidak selalu diperlukan pistol maupun aksi fisik.

Spotlight diperankan oleh Michael Keaton sebagai Robby, Mark Ruffalo sebagai Mike Rezendes, Rachel McAdams sebagai Sacha Pfeiffer, Stanley Tucci sebagai Mitcchell Garabedian, dan Liev Schriber sebagai Marty Baron. Film ini akan tayang mulai 17 Februari 2016 di bioskop-bioskop tanah air.

Our Score (10/10)

Judul                     : Spotlight
Produksi              : Anonymous Content, First Look Media, dan Participant Media
Produser              : Blye Pagon, Steve Golin, Nicole Rocklin, dan Michael Sugar
Sutradara            : Tom McCarthy
Pemain                 : Mark Ruffalo, Michael Keaton, Rachel McAdams, Liev Schriber, John Slattery, dan Stanley Tucci

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.