Press "Enter" to skip to content

Review, The Revenant (2016)

Berjalan sejauh 200 mil atau sekitar 320 KM ditengah badai salju, keadaan fisik yang terluka parah, tidak ada penunjuk arah, tanpa senjata api, dan tanpa bahan makanan, semua dilakukan untuk membalaskan dendam. Tentu hal tersebut bukanlah perkara mudah.

Perjuangan tersebut diceritakan dalam film The Revenant yang dimana ceritanya diilhami dari sebuah kisah nyata tentang petualangan yang dilakukan seorang pasukan juga pemburu bernama Hugh Glass pada tahun 1823. Dalam film ini Hugh Glass juga menjadi karakter utama yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio.

Hugh Glass adalah seorang pemburu dan pencari serta penjual kulit berbulu. Ia sempat menikah dengan seorang wanita suku Indian dari kelompok Pawnee, dan mereka dikaruniai seorang putra bernama Hawk.

Adegan dalam film The Revenant dimulai dengan memperlihatkan perjalanan sebuah eksepedisi dari sekelompok masyarakat Inggris yang sedang berburu kulit berbulu, dalam kelompok tersebut juga terdapat Hugh Glass dan anaknya. Saat mereka sedang beristirahat dan memeriksa bahan kulit yang mereka miliki tiba-tiba mereka diserang oleh kelompok suku Indian hingga banyak yang tewas.

Para kelompok pemburu yang masih selamat kemudian bergegas kabur menggunakan perahu dan menyusuri sungai. Ditengah sungai mereka memutuskan untuk kembali kedarat dan membiarkan perahu mereka berlayar menyusuri sungai tanpa awak. Dalam perjalanan tersebut, Hugh Glass dan anaknya diserang oleh beruang. Hugh Glass yang terluka parah terpaksa harus ditandu.

Selama menandu Hugh Glass untuk kembali ke markas, mereka terlibat konflik. Ada yang ingin agar Hugh Glass yang sudah sekarat ditinggal saja, namun ada juga yang ingin berusaha untuk terus membawa Hugh Glass. Melalui perdebatan singkat, Kapten Andrew yang menjadi kapten kelompok ekspedisi tersebut memutuskan untuk meninggalkan Hugh Glass dan orang yang menemani Hugh Glass akan diberi hadiah uang saat kembali ke markas nanti.

Sebagian dari kelompok tersebut pergi terlebih dahulu, menyisakan Fitzgerald dan Bridger yang menemani Glass dan anaknya yakni Hawk. Karena tak sabar untuk segera menyusul, Fitzgerald membunuh Hawk dan mengambil senjata api milk Glass kemudian kabur bersama Bridger. Glass yang selamat namun belum sembuh memutuskan untuk membalas dendam dengan menyusul Fitzgerald ke markas mereka yang terletak sejauh 320 KM.

Banyak efek suara alam yang ada di film The Revenant ini namun tak banyak BGM yang dihadirkan membuat drama pembalasan dendam ini lebih menarik dan mencekam tanpa banyak efek dramatisasi. Ceritanya benar-benar brutal, sebuah pembalasan dendam yang dilalui dengan penuh siksaan selama perjalanannya.

Film ini juga menunjukan keindahan alam salju di hutan Amerika Serikat, kemudian ceritanya yang dipenuhi balas dendam bersatu menjadi sebuah penggambaran yang luar biasa. Cerita pembalasan dendam yang memperlihatkan kekuatan daya tahan tubuh manusia melawan nasib. Secara singkat menjadi sebuah kombinasi yang menarik antar pembalasan dendam, suasana film yang mencekam, serta keindahan visual yang ditampilkan selama film.

Our Score (8/10)

Judul                     : The Revenant
Produksi              : Anonymous Content, Appian Way, M Production, New Regency Pictures, dan RatPac-Dune Entertainment
Produser              : Arnon Milchan, Alejandro G. Innarritu, Mary Parent, Keith Redmon, dan James W. Skotchdopole
Sutradara            : Alejandro G. Innarritu
Pemeran               : Leonardo DiCaprio, Tom Hardy, Domhnall Gleeson, dan Forrest Goodluck

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.