Press "Enter" to skip to content

Kondisi Penonton Film Nasional 2008 – 2015

 

Setiap tahun produksi film nasional yang tayang di bioskop semakin bertambah, hampir setiap minggu ada film produksi lokal yang dirilis di bioskop.

Dalam dunia film, terdapat tiga peran yang terlihat jelas dalam terjadinya penayangan sebuah film, yakni ialah pihak produksi yang berisikan production house (PH), kemudian distributor yang mendistribusikan film, dan eksibitor yang menayangkan dan menampilkan film.

Dalam masalah peranan ini, bioskoplah yang memiliki peranan sebagai eksibitor yang bertugas menayangkan, menampilkan hasil produksi sebuah film, dan juga berbagai promosi dari film lainnya seperti teaser ataupun trailer film yang tayang sebelum cerita film utama dimulai.

Setelah film ditayangkan, penonton merupakan faktor yang sangat penting dalam lamanya sebuah film tayang di bioskop serta dalam penghasilan yang diraih oleh PH dan juga pihak bioskop. Semakin banyak penonton sebuah film maka semakin lama film tersebut tayang di bioskop juga semakin banyak pula layar yang ia dapatkan.

Bicara data, jumlah produksi film nasional yang tayang di bioskop memang bertambah dan semakin banyak setiap tahunnya. Namun bagaimana dengan jumlah penonton yang menonton film Indonesia di bioskop? Faktanya ternyata jumlah penonton film nasional di bioskop mengalami penurunan minat setiap tahunnya.

Menurut data yang penulis terima dari jaringan bioskop 21, menunjukan data jumlah penonton film nasional yang menonton film di bioskop milik jaringan bioskop 21 mengalami penurunan. Mungkin saja juga hal serupa juga dialami oleh kelompok bioskop lain.

Catherine Keng dan Tri Rudy Anito. Foto : putu radar
Catherine Keng dan Tri Rudy Anito. Foto : putu radar

Berikut adalah data penonton film nasional di jaringan bioskop 21 mulai tahun 2008 hingga 2015.

2008 : Terdapat 81 film Indonesia yang tayang, terdapat 36 film Indonesia yang mendapat penonton diatas 300 ribu, dan tidak ada film Indonesia yang jumlah penontonnya dibawah 10 ribu.

2009 : Terdapat 92 film Indonesia yang tayang, terdapat 32 film Indonesia yang mendapat penonton diatas 300 ribu, dan lima film yang jumlah penontonnya dibawah 10 ribu.

2010 : Terdapat 75 film Indonesia yang tayang, terdapat 17 film Indonesia yang mendapat penonton diatas 300 ribu, dan satu film yang jumlah penontonnya dibawah 10 ribu.

2011 : Terdapat 80 film Indonesia yang tayang, terdapat 16 film Indonesia yang mendapat penonton diatas 300 ribu, dan lima film yang jumlah penontonnya dibawah 10 ribu.

2012 : Terdapat 87 film Indonesia yang tayang, terdapat 9 film Indonesia yang mendapat penonton diatas 300 ribu, dan enam film yang jumlah penontonnya dibawah 10 ribu.

2013 : Terdapat 105 film Indonesia yang tayang, terdapat 13 film Indonesia yang mendapat penonton diatas 300 ribu, dan 22 film yang jumlah penontonnya dibawah 10 ribu.

2014 : Terdapat 113 film Indonesia yang tayang, terdapat 12 film Indonesia yang mendapat penonton diatas 300 ribu, dan 15 film yang jumlah penontonnya dibawah 10 ribu.

2015 : Terdapat 116 film Indonesia yang tayang, terdapat 10 film Indonesia yang mendapat penonton diatas 300 ribu, dan 18 film yang jumlah penontonnya dibawah 10 ribu.

Dari penjabaran diatas terlihat jelas jumlah produksi film Indonesia yang meningkat, kecuali pada tahun 2009 ke 2010. Namun disisi lain film yang medapat jumlah penonton diatas 300 ribu justru menurun. Jumlah film yang mendapat penonton dibawah 10 ribu juga bertambah.

Namun masih terlalu dini untuk menjelaskan alasan mengenai fenomena ini. Banyak faktor terlibat didalamnya untuk menjelaskan hal ini. Ada faktor kualitas film, faktor selera pasar, faktor publikasi, atau kalau bicara seni ada juga faktor pesona dimana sebuah karya melalui produknya maupun promosinya mampu membuat yang melihat menjadi terpesona.

Pada tahun 2016 ini dicanangkan akan dibukanya sektor film dari DNI (Daftar Negatif Investasi), sehingga investor asing diperbolehkan masuk untuk melakukan investasi di Indonesia dalam urusan sektor film baik dalam produksi, distribusi, maupun eksibisi.

Tentunya dengan adanya DNI ini para shareholders dunia film Indonesia berharap bahwa akan semakin banyak film Indonesia yang diproduksi, semakin banyak juga tempat untuk menayangkan film Indonesia, juga persaingan yang semakin kompetitif yang diharapkan juga akan menguntungkan para penikmat film tentunya.

 

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.