Press "Enter" to skip to content

Milly & Mamet, Anti-Tesis Rangga dan Cinta

Tahun 2001, perfilman Indonesia menghadirkan sebuah kisah legendaris antar sepasang sejoli anak SMA bernama Cinta dan Rangga. Film ini berjudul Ada Apa Dengan Cinta atau disingkat menjadi AADC, salah satu film romantis terbaik yang pernah ada di Indonesia.  

Pada tahun 2016 setelah 15 tahun, Rangga kembali bertemu dengan Cinta di Yogyakarta setelah puluhan bahkan ratusan purnama mereka terpisah. Kini kita disuguhkan kembali dengan sebuah kisah romantis dari tokoh-tokoh yang menghiasi film AADC ini.  

Film Milly & Mamet adalah film lepas yang seakan masih berada dalam dunia yang sama dengan film AADC (2001), seolah film ini adalah sidestory dari ‘AADC Universe’. Dari awal, film ini juga sudah dijual dengan tagline ‘Ini Bukan Cinta dan Rangga’. Film ini memang tidak menjual kisah romansa legendaris khas Rangga dan Cinta yang penuh puisi. Namun film ini tetap mampu menghibur dan menyentuh penonton melalui cara dan dunianya sendiri yang khas. 

Milly & Mamet adalah film komedi romantis dengan cerita yang sangat ringan, namun tereksekusi dengan baik dan rapih sehingga tetap mampu tampil menghibur, jenaka, dan juga menyentuh. 

Milly & Mamet
Adegan Milly & Mamet. pic: Starvision

Disutradarai oleh Ernest Prakasa (Susah Sinyal, Cek Toko Sebelah), film ini bercerita tentang kisah rumah tangga antara Mamet (Dennis Adhisswara) dan Milly (Sissy Prescillia). Mamet bekerja sebagai kepala pabrik konveksi milik mertuanya (Roy Marten), sehingga ia terpaksa harus mengubur impiannya menjadi seorang chef demi menghidupi keluarga. 

Suatu ketika, teman Mamet semasa kuliah yang bernama Alex (Julie Estelle) datang dan kembali menawarkan sebuah mimpi untuk Mamet agar bisa menjadi seorang chef restoran yang dimodali oleh seorang usahawan bernama James (Yoshi Sudarso). 

Film ini memiliki narasi, plot cerita, dan juga konflik yang sederhana. Namun Ernest mampu memberikan sentuhan ‘magis’ nya sehingga ceritanya tetap terasa esensial, menghibur, dan konfliknya pun terlihat efektif dalam mempengaruhi narasi cerita. 

Misalnya pada awal adegan, dalam sebuah reuni (berlatar lini waktu antara film AADC 1 dan AADC 2) ketika Mamet bertemu dengan Milly dan geng Cinta yang lain. Dalam adegan ini dapat diperlihatkan secara sederhana bagaimana Mamet mampu mencuri hati Lilly melalui sentuhan sederhana seperti kebaikan hati. 

Konflik dan elemen dramatik dalam film inipun muncul dengan natural dan dipresentasikan dengan sederhana. Tak lupa berbagai sempilan komedi yang ditampilkan diantara berbagai adegan konflik juga membuat film ini semakin mudah dinikmati. Meski sederhana, konflik dalam film ini mampu memperlihatkan secara sederhana bahwa pernikahan bukanlah hubungan satu arah, dan bahwa komunikasi adalah sebuah solusi. 

Milly & Mamet
Karakter film Milly & Mamet. pic: Starvision

Untuk urusan humor, Ernest masih bertahan dengan ciri khas humor miliknya yang lebih sering muncul pada permainan kata dan saling ejek yang sangat sering dimunculkan dengan ritme yang random. Beruntungnya, sering kali humor khas Ernest tepat sasaran dan juga tepat waktu sehingga karakter dan dialog yang dihadirkan memberikan kesan lucu yang tak main-main. 

Mungkin inilah yang perlu dirubah atau lebih tepatnya dimodifikasi oleh Ernest, yakni masalah seringnya penggunaan jokes yang diulang-ulang dalam dialog yang dihadirkan. Bukan tak mungkin, jokes ini justru nantinya akan lebih sering tak tepat sasaran. 

Hal lainnya yang dirasa kurang adalah penokohan ataupun pemantapan sosok Mamet yang dicitrakan sebagai seorang chef. Kita tidak sempat melihat aksi keren seorang koki dari Mamet selain melalui dialog bahwa Mamet memiliki passion terhadap dunia masak-memasak. 

Film Milly & Mamet ini memang masih berada dalam lingkar dimensi yang sama dengan AADC yang menghadirkan kisah romansa legendaris yang tak lekang oleh waktu. Meski demikian, Milly dan Mamet bukanlah suksesor ataupun copycat dari Rangga dan Cinta.  

Milly dan Mamet adalah anti-tesis dari Rangga dan Cinta. Mereka mengingatkan kita bahwa cinta bukanlah hanya soal kata-kata indah, romantisme, tangis, dan perpisahan. Dalam cinta ada juga humor, canda, tawa, kekonyolan, dan juga mimpi. 

Our Score (8/10) 

 

 

 

Judul           : Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga
Sutradara  : Ernest Prakasa
Produksi    : Starvision Plus, Miles Film
Cerita          : Ernest Prakasa, Meira Anastasia
Pemeran    : Dennis Adhisswara, Sissy Prescillia, Yoshi Sudarso, Julia Estelle, Roy Marten  

 

 

 

 

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.