Press "Enter" to skip to content

Miss Peregrine’s Home For Peculiar Children, Nothing Really Special

 

Belum lama setelah novel fantasy berjudul Miss Peregrine’s Home For Peculiar Children dirilis pada tahun 2011 oleh penulis bernama Ransom Riggs, kini langsung diadaptasi kedalam film layar lebar dibawah arahan sutradara Tim Burton dengan judul sama.

Dengan genre fantasy nya juga setting tokohnya yang memiliki kekuatan misterius membuat novel ini kerap kali dibandingkan dengan Harry Potter karya J.K Rowling maupun dengan A Series of Unfortunate Events karya Lemony Snickets, bahkan dengan beberapa cerita bergenre young-adults lainnya.

Film Miss Peregrine’s Home For Peculiar Children ini memperlihatkan karya ciri khas dari seorang Tim Burton. Mulai dari sudut pandang penokohannya yang sering memperlihatkan sisi ‘gelap’ dari tokoh utama seperti perasaan kesepian atau perasaan terasing. Kemudian juga tone warna yang cukup gelap dalam bercerita.

Film ini sebetulnya menarik. Namun sayang, kurangnya satu hal penting yang seharusnya ada dalam setiap film dengan banyak tokoh anak-anak tidak dimiliki oleh film ini yaitu emosi yang kuat.

Film ini bercerita tentang seorang remaja di wilayah Florida bernama Jake Portman (Asa Butterfield). Jake memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kakeknya, Abe (Terence Stamp). Abe sering kali bercerita kepada Jake mengenai sebuah rumah yang dihuni oleh Miss Peregrine (Eva Green) dan anak-anak yang unik serta memiliki kemampuan khusus, anak-anak ini disebut sebagai peculiar children.

peculiar children
adegan film miss peregrine. foto : foxmovies.com

Para peculiar children ini memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki oleh manusia pada umumnya, meskipun kebanyakan kemampuan yang dimiliki mereka tidaklah berguna. Ada yang memiliki tubuh ringan sehingga bisa terbang, ada yang tembus pandang, ada yang bisa menyimpan lebah dalam tubuhnya, ada yang bisa mengeluarkan panas, ada juga yang memiliki tenaga luar biasa.

Suatu hari, Jake mendapati kakeknya meninggal dengan tidak wajar. Abe berpesan kepada Jake untuk pergi ke sebuah pulau kecil di Wales dan menemui Miss Peregrine juga para peculiar children. Jake dianggap tidak waras oleh keluarganya karena mempercayai kata-kata dan ucapan kakeknya, sehingga ia harus menjalani terapi. Namun, pada akhirnya Jake tetap diizinkan untuk pergi ke Wales ditemani oleh sang ayah dan kemudian film ini masuk kedalam bagian cerita utamanya.

Kisah Jake dan Abe diawal adalah sebuah cerita pengantar juga landasan sebab-akibat untuk masuk kedalam cerita utamanya. Cerita pengantar ini cukup ringan juga berjalan dalam tempo yang pas. Tapi tidak ada yang spesial, sehingga ketika sudah masuk kedalam cerita berikutnya membuat bagian ini mudah untuk dilupakan.

Saat berada di pulau kecil di Wales, ayah Jake sibuk melakukan penelitian terhadap burung sedangkan Jake mengelilingi pulau untuk bisa tiba di rumah milik Miss Peregrine.

Miss Peregrine dalam film ini bukanlah tokoh utama, namun cerita dalam film ini lebih berfokus kepada pergerakan dari sosok Miss Peregrine. Miss Peregrine yang diperankan oleh Eva Green ini juga lebih memukai ketimbang Jake si karakter utama.

peculiar children
adegan film miss peregrine. foto : 20th Century Fox

Miss Peregrine dalam film ini diperlihatkan sebagai wanita paruh baya dengan dandanan gothic yang juga terdapat unsur baroque dalam penampilannya. Eva Green mmpu memerankan tokoh Miss Peregrine dengan sangat karismatik.

Berbanding terbalik dengan Asa Butterfield sebagai Jake yang merupakan tokoh utama. Tak hanya Jake, tapi juga tokoh muda juga anak-anak lainnya dalam film ini terlihat bermain tanpa emosi. Tidak ada kesan sendu saat adegan sedih, tidak ada kesan kaget saat adegan intense, semuanya terasa datar kecuali jika Miss Peregrine muncul dalam adegan.

Para peculiar children ini mendapatkan ancaman dari para peculiar adults dan sering memangsa anak-anak berkemampuan unik ini. Gerombolan tokoh antagonis ini berada dibawah pimpinan Mr. Barron (Samuel L. Jackson). Mr. Barron ingin memangsa mata anak-anak peculiar untuk bisa mendapatkan kemampuan hidup abadi.

Para peculiar children juga memiliki peranan penting dalam film ini, namun sayangnya kurang diceritakan mengenai siapa peculiar children ini, dari mana mereka, atau sedikit perkenalan tentang asal-usul mereka dibanding hanya menjelaskan lewat dialog.

Mr. Baron juga dalam film ini ditampilkan secara nyentrik seperti layaknya tokoh antagonis dalam film anak-anak. Namun mengingat bagaimana Tim Burton selalu mengemas filmnya juga konsepnya yang lebih kepada young-adults dibanding anak-anak, sosok Mr. Barron justru terlihat berlebihan.

Secara keseluruhan film ini tidaklah buruk dan juga ringan untuk ditonton. Selain akting tanpa emosi yang diperlihatkan oleh para tokoh anak-anak dalam film ini, tidak ada hal lain yang terasa mengecewakan.

Namun karena kemasannya yang standar, film ini justru tidak memiliki hal yang istimewa. Film ini adalah sebuah film yang ringan untuk ditonton namun disisi lain juga sangat mudah untuk dilupakan ketika keluar dari dalam gedung bioskop.

Our Score (6/10)

 

Judul                     : Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children
Produksi              : Chernin Entertainment, Tim Burton Productions, TSG Entertainemt
Produser             : Peter Chernin, Jenno Topping
Sutradara            : Tim Burton
Pemain                : Asa Butterfield, Eva Green, Chris O’ Dowd, Allison Janney, Rupert Everett, Terence Stamp, Samuel L. Jackson

 

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.