Press "Enter" to skip to content

Bulan Terbelah di Langit Amerika, Drama Religi Yang Menggurui

 

Bulan Terbelah di Langit Amerika adalah sebuah film drama religi karya sutradara Rizal Mantovani. Film ini bercerita tentang perjuangan Hanum dalam mencari berita tentang kejadian tragedi 9/11 dimana dalam perjalanannya ia kemudian mendapatkan banyak hambatan.

Film ini memberikan cukup banyak ceramah – ceramah dan tentunya juga pesan moral baik secara langsung maupun secara tersirat. Film yang menggurui pesan moral dan tidak terlalu menghibur.

Cukup banyak adegan dari film ini yang masih terlihat kaku. Adegan pembukanya saja terlihat kaku dan film ini langsung membuat jalan cerita dimana penonton bisa langsung membuat kesimpulan. Apakah sang suami yakni Ibrahim Hussein adalah seorang teroris?

Itulah garis besar cerita film ini untuk mencari tahu apakah dia seorang teroris atau bukan. Tentunya sebagai sebuah film religi dengan pesan moralnya yang padat, apa mungkin bahwa ia ternyata adalah teroris? Jawaban akhir film ini sudah terlalu mudah ditebak.

Pembentukan karakter dalam film ini juga terdapat beberapa yang menyebalkan. Seperti tokoh Hanum yang diperankan Acha, ia begitu pandai berbicara dan berceramah kepada narasumber nya dan kepada orang yang menyakitinya, ia juga pandai beragama. Namun ia dibuat seperti gadis remaja labil yang ingin selalu benar ketika menghadapi suaminya.

Namun meskipun menyebalkan akting Acha sangat memukau, sampai-sampai saya bisa merasa kesal dengan tokohnya.

Disisi lain, untungnya jalan cerita film ini banyak berkisar pada tokoh-tokoh yang diperankan oleh artis yang memang pandai berakting. Abimana berhasil membentuk image sebagai seorang ‘a sweet husband’, Acha sebagai pasangan Abimana juga bermain dengan baik.

Mike Lewis dan Hannah Al Rasyid sebagai the second lead pun menjadi pasangan menarik yang mampu memberikan sedikit hiburan-hiburan jenaka diantaranya penuhnya pesan-pesan moral keagamaan.

Secara singkat, film ini dimulai dengan adegan perayaan ulang tahun anak dari Azima Hussein dan Ibrahim Hussein. Ketika perayaan ulang tahun berlangsung, Ibrahim menerima telepon bahwa keesokan harinya ia harus pergi ke gedung WTC untuk mengerjakan sebuah ‘pekerjaan Tuhan’.

Keesokan harinya yakni pada tanggal 11 September 2001, gedung WTC mengalami serangan terorisme. Ibrahim Hussein pun meninggal. Ibrahim kemudian dituduh sebagai teroris yang melakukan serangan tersebut.

Delapan tahun kemudian terdapat seorang jurnalis bernama Hanum yang bekerja di Wina, dan ia mendapat tugas untuk membuat sebuah artikel dengan tema “Apakah Dunia Akan Lebih Baik Jika Tanpa Islam?”. Disaat yang bersamaan, suami Hanum yakni Rangga juga mendapat tugas untuk bertemu dengan seorang miliuner dermawan dan misterius bernama Phillip Brown.

Tugas mereka berdua sama-sama dilakukan di New York. Rangga mencari Phillip Brown dan Hanum mencari Azima Hussein dan anaknya untuk diwawancara.

Jalan cerita film ini kemudian berkembang di balik tema yang Hanum dapatkan tersebut yakni ‘Apakah Dunia Akan Lebih Baik Jika Tanpa Islam?’. Tema ini juga memunculkan banyak konflik dalam film ini dimana kemudian menunjukan sikap masyarakat Amerika terhadap orang-orang dengan atribut Muslim seperti jilbab.

Konflik hubungan percintaan, konflik keluarga, konflik pekerjaan, dan konflik yang muncul karena agama pun dimunculkan dalam film ini. Film ini juga memberikan sedikit gambaran bagaimana perjuangan masyarakat Islam di Amerika hidup dibawah tekanan label teroris. Meskipun banyak konflik dimunculkan namun itu tetap tidak membantu film ini berkembang ke arah yang lebih menarik.

Film ini diperankan oleh Abimana Aryasatya sebagai Rangga, Acha Septriasa sebagai Hanum, Nino Fernandez sebagai Stefan, Hannah Al Rashid sebagai Jasmine, dan Rianti Cartwright berperan sebagai Azima Hussein.

Film ini merupakan sebuah film drama religi yang tentunya sarat akan makna dan pesan moral, sayangnya pesan tersebut diberikan dengan cara yang terlihat menggurui. Well, siapa sih yang suka digurui?

Our Score (6,5/10)

Judul           : Bulan Terbelah di Langit Amerika
Produksi    : Maxima Pictures
Produser    : Edy Mulya Hidayat
Sutradara  : Rizal Mantovani
Pemain      : Abimana Aryastya, Acha Spetriasa, Nino Fernandez, Hannah Al Rashid, dan Rianti Cartwright

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar || ig : putu.radar


 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.