Press "Enter" to skip to content

Review, Mission: Impossible – Fallout (2018)

Dalam sebuah film yang diproduksi dengan baik, setiap elemen di dalam film tersebut apapun genrenya dapat menjadi sebuah satu kesatuan cerita yang kohesif dan terstruktur. Baik sub plot, efek, music score, BGM, dan bahkan juga tata rias dan pakaian.

Begitulah setidaknya sebuah film atau bahkan produk-produk seni budaya lain juga dibuat. Meskipun itu bukanlah sebuah rumus pasti dan hal-hal tersebut juga belum tentu memberikan kepastian mengenai kualitas produk.

Struktur dan kohesifitas adalah dua hal yang secara pribadi menurut saya penting dalam sebuah film dan kedua hal tersebut bisa dirasakan dari film ke enam dari franchise Mission : Impossible ini yang berjudul Fallout.

Mission : Impossible – Fallout adalah sebuah film yang terstruktur dengan baik dan juga film yang setiap elemannya dapat melebur menjadi satu kesatuan yang terasa sebagai sebuah bagian dari cerita, bukan hanya sebagai pemanis atau sekedar berfungsi sebagai wow effect.

Mission Impossible Fallout
Mission Impossible – Fallout. pic : Paramount Pictures

Film ini dibuka dengan agen Ethan Hunt (Tom Cruise) yang mendapat tugas baru untuk menangkap pemimpin organisasi teroris ekstrim. Dalam mengalahkan pemimpin organisasi teroris tersebut, seperti dalam film-film sebelumnya, Ethan Hunt melakukan berbagai aksi berbahaya tingkat tinggi yang dikabarkan dilakukan tanpa stuntman. Mungkin hal tersebutlah yang membuat hampir setiap bagian dari film ini terasa menegangkan.

Hampir semua adegan aksi menyeramkan dilakukan Ethan Hunt sendirian mulai dari aksi kejar-kejaran, mengendarai motor berlawanan arah, loncat dari gedung tinggi, hingga bergelantungan di helicopter.

Seperti yang sering dikatakan Ethan Hunt dalam filmnya, “I won’t let you down.” Ya, benar. Ethan Hunt tidak sedikitpun tampak mengecewakan meskipun Tom Cruise kini sudah berumur 56 tahun atau 22 tahun lebih tua dari pada saat pertama kali ia memerankan tokoh Ethan Hunt, namun kadar intensitas ketegangannya terasa tidak berkurang.

Setiap aksi dalam film ini dan juga setiap ledakan terasa menjadi bagian dari keseluruhan cerita, hal-hal tersebut tidak hanya sekedar menjadi pemanis dari genre aksi yang dihadirkan ataupun menjadi sekedar hiasan untuk memberikan wow effect.

Mission Impossible Fallout
Mission Impossible – Fallout. Pic : Paramount Pictures

Setiap tokohnya pun berperan penting dalam perkembangan cerita, bahkan termasuk memunculkan kembali Julia (Michelle Monaghan) yang berguna untuk membuat kita sadar bahwa Ilsa Faust (Rebecca Ferguson) memiliki kemiripan dengan Julia, setidaknya Julia berguna walaupun hanya untuk hal tersebut saja. And anyway, Ilsa is a bomb. Ilsa is one of the hottest spy-candies out there beside Casino Royale’s Eva Green and Skyfall’s Berenice Marlohe.

Ketegangan dalam film ini memperlihatkan bahwa setiap adegan aksi sudah diperhitungkan dan dikemas dengan baik dan matang. Mission Impossible kali ini juga berhasil memilih tokoh antagonis yang seimbang dengan aksi yang diperlihatkan oleh Tom Cruise yakni John Lark (Henry Cavill).

Seperti yang Julia ceritakan mengenai Ethan Hunt, “I sleep soundly at night knowing you always will be there.” Kita semua tahu bahwa pada akhirnya siapapun lawanya, Ethan Hunt akan tetap melawan dan kemudian menang dengan beberapa luka, memar, dan juga patah tulang namun masih tetap menarik unruk ditonton.

Our Score (8,5/10)

 

 

Judul                     : Mission : Impossible – Fallout
Produksi              : Bad Robot Production, Alibaba Pictures, Skydance Media
Sutradara            : Christopher McQuarrie
Penulis                 : Christopher McQuarrie
Pemain                 : Tom Cruise, Simon Pegg, Ving Rhames, Henry Cavill, Rebecca Ferguson, Vanessa Kirby, Michelle Monaghan.

 

 

 

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.