Press "Enter" to skip to content

Review, Suicide Squad (2016)

Melalui film Suicide Squad, DC Universe kini sudah memasuki film ketiganya. Berdasarkan situs Rotten Tomatoes, DC masih dianggap lemah dan buruk dalam memproduksi film superhero. Namun Suicide Squad justru mampu memperlihatkan karakter dunia DC ditengah persaingannya menghadapi cinematic universe milik Marvel dan milik X-Men.

Sama seperti Batman v Superman : Dawn of Justice, Suicide Squad juga mendapat rating buruk di situs RT. But who cares? Seperti yang dikatakan Harley Quinn saat mencuri tas dari kaca toko ia mengatakan, “we are bad guys, this is what we do.”

Yap, dikalangan para kritikus tampaknya DC kini menjadi seorang ‘badboy’ dalam dunia industri film blockbuster.

Saya sendiri menyukai film BvS, selain pertarungan Batman dan Superman yang berakhir terlalu cepat, tidak ada yang saya tidak terlalu suka dari film tersebut. Begitupun dengan film Suicide Squad ini. Suicide Squad memberikan sebuah perbedaan kepada film superhero.

Suicide Squad
adegan Suicide Squad. foto : youtube.com

Tanpa memberi banyak warna-warni, tanpa candaan yang berlebihan, dan tanpa alur cerita yang merepotkan, Suicide Squad menunjukan bahwa untuk menjadi heroes tidaklah dibutuhkan konstum warna-warni, duit yang banyak, dan juga kekuatan super. Bahkan wanita nyentrik nan seksi dengan mental yang rusak juga bisa menyelamatkan dunia.

Film ini dimulai dengan agen Amanda Waller (Viola Davis) yang takut jika Superman berikutnya akan datang sebagai teroris, lalu siapa yang akan melawannya. Maka dibawah komando Amanda Waller dan Kapten Rick Flagg (Joel Kinnaman), pemerintah Amerika Serikat membentuk tim yang terdiri para penjahat untuk melakukan misi yang akan ditukar dengan remisi kurungan penjara.

Tim Suicide Squad terdiri dari Deadshot (Will Smith), Harley Quinn (Margot Robbie), Captain Boomerang (Jai Courtney), Killer Croc (Adewale Akinnuoye-Agbaje), El Diablo (Jay Hernandez), dan Slipknot (Adam Beach). Mereka bergerak dibawah pimpinan Kapten Rick Flagg dan juga diawasi oleh Katana (Karen Fukuhara).

Mereka ditugaskan untuk menumpas dua tokoh antagonis film ini yakni Enchantress (Cara Delevingne) dan kakak dari Enchantress yang berambisi menguasai dunia manusia.

Yang menarik dari Suicide Squad sebagai film anti-hero adalah dengan menggunakan sekumpulan penjahat dengan kepribadian yang berbeda sebagai tokoh utama. Bad guys who do some good.

Suicide Squad
Suicide Squad Avatar. gambar : alphacoders.com

Tanpa meninggalkan ciri khas DC film ini justru dikemas dengan cukup menyenangkan, dan juga humanis. Salah satu yang menarik adalah sisi manusiawi dari setiap tokohnya juga diperlihatkan, seperti Harley Quinn yang galau saat jatuh dari halikopter Joker, kemudian El Diablo yang tidak mau menggunakan api karena ingat keluarganya, juga Deadshot yang sayang terhadap putrinya.

Ciri khas DC dengan nuansa kelamnya juga tetap dipertahankan, dengan background kota metropolitan malam hari, situasi distopis, gedung dan mobil kebakaran, ditambah hujan.

Dengan memilih para penjahat sebagai tokoh utama film ini melahirkan cukup banyak percakapan menarik, seperti saat anggota Suicide Squad sedang minum-minum dimana Deadshot mengatakan bahwa apapun yang terjadi pemerintah akan membuat mereka menjadi kambing hitam. Lalu saat Amanda Waller menembak para anggota FBI, Deadshot juga mengatakan bahwa kejadian tersebut juga akan dipersalahkan kepada Suicide Squad.

Yap, demi menggapai state interest, pemerintah atau negara memang rela melakukan apapun bahkan jika harus menyalahkan rakyatnya sendiri.

Sosok Joker juga dimunculkan dengan porsi yang cukup. Tidak terlalu sering ia muncul tapi setiap kemunculannya selalu menarik perhatian. Sosok Joker yang diinterpretasikan oleh Jared Letto memang cukup menuai debat. Banyak yang suka dan banyak yang tidak.

Joker Jared Letto terlihat flashy, nyentrik, muda, namun tetap tidak normal dan tetap jahat. Berbeda dengan sosok Joker yang lebih kelam dan pendiam milik Heath Ledger. Tapi coba bayangkan jika Joker milik Heath Ledger mimiliki loveline dengan wanita sakit jiwa, nyentrik nan seksi seperti Harley Quinn. Anyway, i relized that Harley Quinn is an epitome of sexiness from villain.

Lagipula jika mengikuti teori dunia superhero dimana setiap universe punya penggambaran masing-masing terhadap tokohnya, maka wajar jika ada interpretasi baru terhadap sosok Joker tanpa perlu terpaku dengan Joker-Joker sebelumnya.

Salah satu yang diluar ekspektasi saya adalah aksi Katana yang kurang menunjukan jiwa ksatria Asia dalam film ini. Jika kalian suka nonton film aksi buatan Korea, Cina, atau Jepang maka mata kalian akan dimanjakan dengan aksi pedang yang memukau dan cantik. Tapi gerakan Katana tidak memperlihatkan hal tersebut.

 

Our Score (7/10)

 

Judul               : Suicide Squad
Produksi         : DC Entertainment, RatPac-Dune Entertainment, Atlas Entertainment
Produser         : Charles Roven, Richard Suckie
Sutradara       : David Ayer
Pemain            : Viola Davis, Joel Kinnaman, Will Smith, Margot Robbie, Jai Courtney, Karen Fukuhara, Adewale Akinnuoye-Agbaje, Jay Hernandez, Cara Delevingne, Jared Letto

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.