Press "Enter" to skip to content

Tanggapan Chef Prancis Terhadap Stereotype Kuliner Prancis

 

Perancis, sebuah negara seksi berseni tinggi dengan dunia kulinernya yang dikenal diseluruh dunia. Tak hanya lezat tapi Perancis memiliki hidangan kuliner yang sangat beragam dan luas.

Dataran negara yang terbentang dari utara hingga kawasan selatan yang berada di kawasan mediteranian ditambah perbedaan iklim membuat masakan Perancis memiliki ciri khas kuliner di setiap daerahnya. Kuliner Perancis telah mendunia, tentu orang-orang di negara lain memiliki stereotype terhadap kuliner Prancis.

Secara kebetulan di sebuah pusat kebudayaan Perancis yang terletak di Thamrin, Jakarta, saya sempat berbincang dengan Chef Gilles Marx yang merupakan seorang chef asal Perancis sekaligus founder dari Restoran Amuz Jakarta. Banyak hal yang kami bicarakan, salah satunya adalah menanggapi beberapa hal yang menjadi stereotype terhadap kuliner Prancis.

Gilles Marx
Chef Gilles Marx. foto : putu radar

Berikut beberapa stereotype terhadap masakan Perancis dan tanggapan dari Chef Gilles Marx .

Kuliner Perancis Sudah Ketinggalan Jaman

“Saya tidak setuju dengan hal ini, masakan Perancis selalu berubah setiap saat dan mengalami perkembangan sesuai jaman. Mungkin karena masakan dari negara lain juga mulai dikenal maka masakan Perancis terdengar seperti ketinggalan jaman, atau mungkin orang tersebut pergi ke restoran yang sama terus,” jelas Gilles Marx.

Harganya Mahal

“Mungkin mahal di Indonesia. Beberapa bahan masakan Perancis tidak bisa didapatkan di Indonesia, jadi harus import dan itu yang menyebabkan mahal. Masakan Perancis juga biasa disajikan dengan wine, ga ada wine yang murah tentunya. Tapi kalau di Perancis sendiri banyak makanan yang murah dan sederhana,” ucap Gillers.

Tidak Dimasak Dengan Matang

“Ini masalah perbedaan budaya saja. Di Perancis, steak dimasak medium-rare sudah dianggap matang, tapi tidak disini. Tapi kalau mesan Steak kan pasti ditanya mau tingkat kematangan seperti apa,” jelas Gilles.

Kuliner Perancis Adalah Sebuah Seni

“Mempelajari masakan Perancis harus juga mempelajari sejarah, ada warisan budaya disana. Bagi para juru masak, memasak itu seperti melukis. Ada pendekatan tersendiri dan ciri khas yang unik,” ujar Gilles.

Sangat Cocok Dengan Wine

“Setiap wilayah di Perancis menghasilkan wine. Wine sudah jadi bagian dari masyarakat Perancis. Jika dilihat sejarahnya, pada abad mula-mula, wilayah-wilayah kecil di Prancis memiliki pemimpin masing-masing dan mereka berlomba untuk menghasilkan wine sebagai lambang kemakmuran. Bahkan saat ini, cukup banyak masyarakat yang membuat taman kecil dirumahnya untuk ditumbuhi anggur,” pungkas Gilles.

 

 

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

 

 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.