Press "Enter" to skip to content

The Fate of The Furious, Masih Cepat dan Menghibur

Film seri Fast and Furious kini sudah merilis film kedelapannya yang diberi judul The Fate of The Furious (F8). F8 ditampilkan dengan semakin epic meskipun Furious 7 diakhiri dengan sebuah kisah yang menyentuh tentang keluarga yang seolah seperti menutup cerita.

Melalui F8 ini, Fast and Furious Universe tampaknya memang berniat untuk membawa kisah cerita yang semakin masif dibanding film-film awalnya yang lebih berkutat pada street racing. Niatan ini sebenarnya sudah diperlihatkan dari semenjak Fast 5 yang juga disutradai oleh sutradara F. Gary Gray.

Jika dilihat, F8 benar-benar meningkatkan tampilannya ke jenjang yang lebih tinggi dari franchise sebelumnya. Para pemerannya semakin banyak, lokasinya juga semakin beragam dan tetap eksotik, mobil yang semakin banyak, dan juga semakin sering muncul ledakan.

Bukan lagi perihal balapan liar dengan taruhan mesin dan mobil, atau drift bekecepatan tinggi untuk menghindari polisi. Fast and Furious kini sudah bernarasi tentang bagaimana menyelamatkan bumi… dengan mobil-mobil yang sangat cepat tentunya.

Tidak lupa untuk menghibur para fans setianya, F8 dibuka dengan sebuah adegan balapan liar dengan latar tempat yang eksotis di Kuba. Seperti biasa adegan ini dipenuhi mobil-mobil vintage, cewe seksi, mesin NOS, dan latar musik hiphop-elektronik.

Fate of The Furious
Adegan Film F8. foto : thewrap

Setelah selesai balapan liar, film ini kemudian masuk kedalam plot cerita utama. Diancam akan keselamatan keluarganya, Dominic Toretto (Vin Diesel) pun terpaksa harus menghianati rekan-rekannya dan bekerja untuk Cipher (Charlize Theron) yang berusaha ingin menguasai dunia melalui organisasi kriminal.

Diluar balapan liar yang dipertontonkan di awal, tidak begitu banyak sub-plot dihadirkan. Film ini  tetap fokus pada upaya Cipher untuk menguasai dunia. Meskipun film ini tayang lebih dari dua jam, namun sutradara F. Gary Gray bercerita dengan ritme yang baik sehingga penonton akan sangat jarang dibuat bosan dengan jalan ceritanya.

Meskipun franchise Fast and Furious selalu dipenuhi dengan mobil kencang, balapan liar, maupun aksi pertarungan, namun franchise ini sebenarnya berpusat pada kisah mengenai hubungan kekeluargaan.

Seperti film-film sebelumnya, F8 ini pun berpusat pada hubungan keluarga dan didalamnya terdapat cukup banyak dialog-dialog serta adegan menyentuh mengenai keluarga. Sayangnya pada film ini, beberapa dialog terasa dilebih-lebihkan sehingga tak jarang beberapa dialog dan adegan justru terasa cheesy atau corny.

Film ini memperkenalkan beberapa karakter baru seperti Cipher dan juga Little Nobody (Scott Eastwood). Selain itu juga Deckard Shaw (Jason Statham) yang pada film sebelumnya berperan sebagai tokoh antagonis, kini ia menjadi salah seorang yang bekerja sama dengan Dominic Toretto.

Fate of The Furious
Adegan Film F8. Foto : rottentomatoes

Kemunculan beberapa karakter ini juga sepertinya salah satu upaya untuk menutup kekosongan yang ditinggalkan oleh Brian dan Mia. Mungkin ini memang langkah terbaik yang harus ditempuh oleh Fast and Furious dalam mengisi kekosongan karakter tersebut.

Namun sayangnya penulis cerita F8 ini justru tidak memperkenalkan karakter baru ini dengan baik. Sosok Little Nobody tampak masih kesulitan dalam membaur secara chemistry dengan Toretto’s crew. Selain itu juga terdapat sangat sedikit motif dan latar yang diperlihatkan Cipher sebagai seorang antagonis.

Karakter Ramsey (Nathalie Emmanuel) juga masih belum berkembang dengan baik. Padahal ia sudah diperkenalkan sejak F7. Tidak banyak dialog ataupun aksi penting nan beguna yang diperlihatkan tokoh satu ini selain melakukan hacking yang dalam beberapa hal tampak tidak jelas dan terlalu praktis.

Sosok Brian juga sempat disebutkan dalam F8 ini dalam sebuah percakapan. Menarik, karena hal ini membuat kita berpikir bahwa dalam Fast and Furious Universe, Brian dan Mia kini tengah hidup bahagia dan baik-baik saja di suatu tempat, inilah yang saya pribadi anggap menarik.

Meskipun franchise ini mengalami perubahan cerita yang cukup drastis dari film-film awalnya, namun Fast and Furious masih seperti sebuah mobil antik yang bergerak cepat. Tetap enak dilihat, tetap familiar, tetap menyenangkan, dan tetap menghibur.

Hal terbaik yang dilakukan franchise ini saat merubah jenis ceritanya dari balapan liar menjadi regu penyelamat dunia adalah dengan tetap memasukan balapan liar sebagai salah satu bagian dari ceritanya sehingga para penggemar film ini tetap merasa familiar dan terhibur.

Meskipun untuk sebuah film yang bukan bergenre fantasi ataupun fiksi beberapa hal memang terlihat berlebihan, jalan ceritanya juga tidak terlalu rapih. Namun dalam kemasan keseluruhannya, Fast and Furious adalah sebuah film blockbuster yang memiliki tujuan utama murni untuk menghibur.

Meskipun memang terdapat beberapa keurangan namun dalam tugasnya untuk memuaskan dan menghibur penonton, F8 tampil dengan sangat baik.

Our Score (7/10)

 

 

Judul                     : The Fate of The Furious
Produksi              : Original Film, One Race Film, Perfect World Pictures, China Film
Sutradara            : F. Gary Gray
Penulis Cerita    : Chris Morgan
Pemain                 : Vin Diesel, Dwayne Johnson, Jason Statham, Michelle Rodriguez, Tyrese Gibson, Ludacris, Nathalie Emmanuel, Scott Eastwood, Charlize Theron

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.