Press "Enter" to skip to content

The Legend of Tarzan, Cerita Dengan Plot Yang Lambat

 

Kembali, entah sudah keberapa kalinya sosok Tarzan kembali diadaptasi kedalam sebuah film sejak pertama kali sekitar satu abad lalu. Di tahun 2016 ini sosok Tarzan kembali diangkat kesebuah film yang berjudul The Legend of Tarzan yang diperankan oleh Alexander Skarsgard dan Margot Robbie.

Cerita tentang Tarzan sudah tidak asing lagi bagi kita. Bahkan jika seandainya disuruh menulis tentang Tarzan, tanpa google pun kita bisa menulis setidaknya dua atau tiga lembar tentang tokoh ini.

Keluarga bangsawan asal Inggris yang terdiri dari seorang ayah, ibu dan seorang bayi laki-laki pergi ke Afrika. Disana sang ibu meninggal, lalu sang ayah juga meninggal akibat diserang oleh kera. Bayi laki-laki mereka yang masih hidup kemudian diadopsi dan diurus oleh kera.

Tarzan tumbuh dilingkungan para kera sehingga ia hidup dan bertingkah juga layaknya kera. Tarzan juga memiliki julukan Si Raja Kera atau Si Penguasa Hutan.

Kembali ke film The Legend of Tarzan ini, film ini dikemas dengan anggapan bahwa penonton sudah mengerti cerita latar belakang Tarzan. Latar cerita Tarzan hanya diceritakan sedikit melalui beberapa adegan flashback yang dibayangkan oleh dua tokoh utama, Tarzan (Alexander Skarsgard) dan Jane (Margot Robbie).

Hal ini membuat cerita utama yang ingin diceritakan dalam film ini beserta konflik-konfliknya memiliki porsi yang banyak sehingga tidak bertele-tele dalam menceritakan hal yang orang sudah tahu.

Film ini memang menjadi lebih fokus dalam menceritakan konflik utamanya yakni upaya Tarzan dalam menyelamatkan Jane, serta penduduk Kongo dari tindak perbudakan paksa untuk melunasi utang Kerajaan Belgia.

Namun justru dalam mengembangkan tokoh Tarzan-nya dan juga plot ceritanya, film The Legend of Tarzan ini terasa lambat.

The Legend of Tarzan
adegan The Legend of Tarzan. foto : collider.com

Awal film ini dibuka dengan adegan saat Tarzan sudah hidup sebagai ‘manusia biasa’ bernama John Clayton III, Lord Greystoke. Ia sudah hidup sebagai keturunan bangsawan di Inggris bersama istrinya, Jane.

Di Adegan awal langsung diperlihatkan Tarzan tengah duduk makan dan ia didatangi banyak tamu, salah satunya adalah George Washington Williams (Samuel L. Jackson) yang merupakan utusan dari Amerika Serikat.

Tarzan mendapatkan undangan untuk kembali ke Kongo, namun Tarzan tidak berminat untuk pergi ke Kongo sebelum akhirnya George Washington Williams memaksa Tarzan untuk perggi ke Kongo karena disana terdapat isu perbudakan paksa. Jane juga ikut dalam perjalanan mereka ke Kongo.

Sesampainya di Afrika, Tarzan beserta rombongan tidak langsung pergi ke Kongo, namun mereka mampir ke sebuah desa dimana Tarzan dan Jane pernah tinggal. Di desa tersebut kemudian Jane diculik oleh orang yang memberikan Tarzan undangan palsu untuk kembali ke Kongo yakni Leon Rom (Christoph Waltz), desa tersebut juga kemudian dihancurkan.

Tarzan bersama George Washington Williams dan bersama beberapa warga desa kemudian pergi menyelamatkan Jane dan penduduk Kongo lainnya yang ditangkap untuk diperbudak.

Film The Legend of Tarzan ini sebenarnya tidak buruk, namun sayangnya ceritanya berkembang lambat sehingga terasa cukup membosankan.

The Legend of Tarzan
adegan The Legend of Tarzan. foto : indiewire.com

Kita tahu bahwa Tarzan adalah pria yang berayun-ayun dan bergelantung di akar gantung dari pohon. Dalam film ini kita baru bisa melihat hal tersebut sekitar kurang lebih sekitar satu jam setelah film dimulai saat Tarzan berusaha untuk menyelamatkan Jane.

Kemudian Leon Rom yang menjadi tokoh antagonis utama dalam film ini juga tidak terlihat spesial. Christoph Waltz memerankan Leon Rom tidak berbeda seperti ia memerankan tokoh antagonis di film Spectre maupun Inglourious Basterds.

Lalu salah satu yang kurang juga adalah subtext seksual dalam film ini. Dalam cerita Tarzan tidak mungkin tidak diselipkan subtext seksual, Tarzan adalah manusia yang tumbuh didalam hutan dan Jane adalah manusia perempuan yang membuat Tarzan jatuh cinta.

Meskipun dalam film ini Tarzan sudah sudah menjadi ‘masyarakat sipil’ tapi tetap Tarzan adalah Tarzan. Buktinya ia kembali ke Afrika karena rindu kampung halamannya.

Sebetulnya ada beberapa subtext seksual yang dimunculkan dalam film ini tapi sayangnya justru banyak terpotong karena sensor dari lembaga paling alim satu NKRI ini dan itu justru mengganggu.

Namun disisi lain, film The Legend of Tarzan ini dipenuhi banyak CG luar biasa yang terlihat sangat alami sperti CG pada film The Jungle Book. Lalu gestur-gestur Tarzan dalam berkomunikasi dengan binatang di film ini juga sangat luar biasa.

Ketika baru sampai di Afrika, ketika bertemu dengan singa, Tarzan berkomunikasi dengan cara mengadu-ngadu kepalanya ke kepala singa. Lalu juga saat Tarzan berbicara tentang mata gajah yang menurutnya adalah bahasa paling tulus di dunia.

Tak hanya itu tapi ada juga panggilan perkawinan hewan yang digunakan Tarzan, lalu lagu perkawinan hewan yang dimainkan Tarzan dan Jane juga menghadirkan kesan luhur dalam subtext seksual yang sedikit dihadirkan. Hampir semua adegan yang melibatkan hewan dalam film ini justru dikemas dengan baik dan luar biasa.

Film The Legend of Tarzan ini disutradarai oleh David Yates dan diperankan oleh Alexander Skarsgard, Margot Robbie, Christoph Waltz, dan Samuel L. Jackson.

Our Score (6,5/10)

 

Judul                     : The Legend of Tarzan
Produksi              : Village Roadshow Pictures, RatPac Entertainment, Jerry Weintraub Productions, Rache/Ludwig Productions, Beaglepug Productions
Produser              : Jerry Weintraub, David Barron, Alan Riche, Tony Ludwig, Mike Richardson
Sutradara            : David Yates
Pemain                 : Alexander Skarsgard, Margot Robbie, Christoph Waltz, dan Samuel L. Jackson

 

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

Facebook Comments

6 Comments

  1. www.roseplastic.com February 25, 2018

    each time i used to read smaller articles or reviews which as well clear their
    motive, and that is also happening with this paragraph which I am
    reading here.

  2. literature March 19, 2018

    This information is worth everyone’s attention. How can I find
    out more?

  3. Hamster Food April 14, 2018

    Very nice post. I simply stumbled upon your weblog and wanted to
    say that I have really loved surfing around your blog posts.
    In any case I’ll be subscribing to your feed and I am hoping you write once more very soon!

  4. review blog April 23, 2018

    It’s amazing to pay a visit this website and reading the views of all mates concerning
    this article, while I am also keen of getting know-how.

  5. minecraft September 16, 2018

    I am sure this piece of writing has touched all the internet visitors,
    its really really fastidious paragraph on building up new blog.

  6. minecraft September 18, 2018

    Wow, wonderful blog layout! How long have you been blogging for?
    you make blogging look easy. The overall look of your website is great, as well as
    the content!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.