Press "Enter" to skip to content

The Mummy, Pembuka Dark Universe Yang Mengecewakan

The Mummy adalah sebuah film remake dari film remake. Sebelumnya film The Mummy diperankan oleh Brendan Fraser dan Rachel Weisz dan tayang dalam bentuk trilogi The Mummy (1999), The Mummy Returns (2001), dan The Mummy : Tomb of The Dragon Emperor (2008).

Sebuah film remake memang sering kali dibandingkan dengan film sebelumnya. Namun sebelum kalian membandingkan film ini dengan film The Mummy sebelumnya, perlu diketahui bahwa film ini adalah sebuah film yang berbeda, meskipun judulnya sama.

Kalau mau dibandingkan juga tidak masalah sih, toh film-film The Mummy sebelumnya juga hanya selevel film popcorn.

Film ini di-plot menjadi film pembuka bagi sebuah cinematic universe baru garapan Universal Studio yang diberi nama Dark Universe. Sebuah cinematic universe yang akan mengakomodir kehadiran berbagai makhluk “jahat” atau anti hero seperti Mummy, Invisible Man, Werewolf, Frankenstein, Dracula, dan makhluk-makhluk sejenis lainnya.

Kedengeran sebagai sebuah ide menarik bukan? Ya tentu. Sayangnya film The Mummy besutan sutradara Alex Kurtzman ini tampil mengecewakan sebagai sebuah film yang akan membuka dunia baru.

Film ini bercerita tentang seorang tentara bernama Nick Morton (Tom Cruise) yang gemar mencari harta untuk dijual ke pasar gelap bersama seorang temannya, Chris Vail (Jake Johnson). Saat sedang berusaha mencari keberadaan harta peninggalan bangsa Mesir kuno di wilayah Irak, Nick dan Chris terlibat aksi adu tembak dengan kelompok pemberontak. Kemudian Chris Vail meminta bantuan serangan udara yang berhasil membuat pasukan pemberontak bubar sekaligus membongkar sebuah makam kuno di bawah tanah.

Bersama dengan seorang arkeolog bernama Jennifer Halsey (Annabelle Wallis), Nick dan Chris memeriksa makam kuno tersebut yang ternyata adalah makam dari seorang putri kerajaan Mesir, anak dari Raja Firaun bernama Ahmanet (Sofia Boutella).

Saat memeriksa makam tersebut Nick tak sengaja membuka segel yang membuat Ahmanet kembali bangkit dan ingin kembali menguasai dunia. Diperlihatkan bahwa di masa lalu, Ahmanet berambisi untuk menjadi penguasa Mesir sehingga ia membuat kerjasama dengan Set, dewa kematian. Namun tindakannya diketahui dan Ahmanet pun dimumi dan dikubur hidup-hidup.

Disaat yaang sama, di London juga ditemukan makam-makam kuno milik para knight templar. Makam tersebut kemudian diambil alih oleh Dr. Henry Jekyll (Russell Crowe).

The Mummy
Russel Crowe sebagai Dr.Jekyll. gambar : universal

Secara penokohan tidak ada yang terlalu bisa disanjung dari film ini. Sebagai seorang aktor lama, Tom Cruise tetap tampil menawan. Tak perlu kaget kalau kita melihat Tom Cruise beraksi mirip seperti dalam frenchise film blockbuster Mission Impossible. Pesawat jatuh, aksi adu fisik, dan aksi kejar-kejaran juga menghiasi film ini.

Dalam film yang melibatkan banyak aksi, pemilihan Tom Cruise memang tepat. Tapi Tom Cruise sebagai sosok anti-hero dalam diri Nick Morton, kita justru sering kali melihat dirinya tak berdaya… sebelum klimaks tentunya.

Sosok Jennifer Halsey selain sebagai love interest dari Nick Morton seolah tidak terlalu berguna. Sofia Boutella justru tampil menawan sebagai Ahmanet. Cantik, mempesona, dan tetap terlihat penuh tipu daya.

Namun sosok Ahmanet yang seharusnya sangat vital dalam film tentang mummy ini, justru tampak kurang berperan penting. Sosoknya lebih sering muncul dalam adegan flashback, dalam bayangan Nick, ataupun saat sedang terikat.

Keberadaan tokoh Dr. Jekyll lah yang menarik, kehadirannya membuat pengharapan akan berkembangnya Dark Universe. Namun kemunculannya dalam film sebatas hanya memberitahukan bahwa akan ada banyak makhluk jahat atau monster, tak ada informasi lain lagi yang diberikan sehingga bayangan tentang timeline atau big picture Dark Universe masih tidak jelas.

Cerita film ini cukup menjanjikan dibagian  awal. Kita sudah diperlihatkan akan latar belakang sosok mummy yang akan menjadi pemeran antagonis dalam film ini dan juga kehadiran Dr. Jekyll yang juga adalah seorang tokoh penting Dark Universe.

Tak hanya itu, bagian adegan flashback jaman Mesir kuno yang memperlihatkan latar belakang sosok Ahmanet pun dikemas dengan menawan dan eksotis. Namun tidak butuh waktu lama sampai film ini perlahan mulai tampil mengecewakan.

The Mummy semakin terlihat kehilangan arah setelah beberapa sub-plot mulai dimunculkan seperti cerita hubungan antara Nick dan Jennifer, hubungan Nick dan Dr. Jekyll yang memberi (sangat) sedikit pencerahan tentang Dark Universe, dan juga hubungan Nick dan Vail yang lebih sering terlihat garing dibanding lucu.

The Mummy
Ahmanet. gambar : universal

Poin-poin utama untuk mengambangkan sebuah film blockbuster sebenarnya sudah dimiliki oleh film ini seperti keseruan, ketegangan, dan hiburan. Namun poin-poin tersebut tampak tidak menyatu dengan baik.

The Mummy tampak kelelahan dalam mencampurkan genre horror dan aksi yang ditambahkan unsur komedi. Film ini memiliki cukup banyak adegan mengagetkan dengan tone gelap, namun sebagai film anti-hero terdapat kurang banyak adegan aksi menegangkan, ditambah jokes yang sering kali muncul disaat waktu yang tidak tepat dengan punchline yang garing.

Film inipun diakhiri dengan adegan klimaks yang anti-klimaks. Dilema Nick saat menjadi mummy dikemas dengan buruk, memilih antara menjadi penguasa jahat atau menjadi baik tampak seperti sedang memilih pacar. Kalau mau berkuasa pilih Ahmanet, kalau mau jadi baik pilih Jennifer.

Inilah sebenarnya kelemahan utama film The Mummy. Tensi dan cerita yang tidak konsisten ditambah punchline humor yang sering kali tidak lucu. Apalagi film ini seolah dipaksa untuk bisa tampil dengan rating PG-13, supaya bisa dinikmati oleh lebih banyak orang.

Tapi secara keseluruhan film ini tampil tidak buruk-buruk amat, masih ada beberapa adegan yang menegangkan dan menghibur. Namun sebagai sebuah film pembuka dari ide sekeren Dark Universe, tampaknya pemilihannya masih kurang tepat.

 

Our Score (5,5/10)

 

 

Title                       : The Mummy
Production         : Perfect World Pictures, Secret Hideout, Conspiracy Factory, Sean Daniel Company
Director               : Alex Kurtzman
Writer                  : David Koepp, Chritopher McQuarrie, Dylan Kusmann, Jon Spaihts, Alex Kurtzman, Jenny Lumet
Casts                     : Tom Cruise, Annabelle Wallis, Sofia Boutella, Jake Johnson, Russel Crowe

 

 

 


Oleh : Putu Radar Bahurekso
t : @puturadar | ig : putu.radar


 

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.